Teks Berjalan

Kesuksesan tidak pernah menghampiri orang yang malas | Admin Mengucapkan : "SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1438 H. ", Mohon Maaf Lahir & Bathin. Semoga amal ibadah mendapat pahala yang berlipat ganda oleh Allah, SWT. | Pesan-3 | Pesan-4 | Pesan-5 | Pesan-6 | Pesan-7 | By. Ir. Ade Wira Darmanto | "http://smk1citra.blogspot.com"

MASJID RAYA BINGKUDU - CANDUNG

MASJID RAYA BINGKUDU - CANDUNG
Masjid Raya Bingkudu ber-alamat di : Jorong Bingkudu, V Suku Candung Bawah , Kec. Candung, Kabupaten Agam - Sumatera Barat. Masjid ini dibangun pada abad ke-18 tepatnya tahun 1813 pada tanah Wakaf dari Suku Selayan dengan luas tanah 2.500 m2 dan luas bangunan 441 m2. yang diprakarsai oleh tokoh-tokoh tujuh nagari. Ketujuh nagari itu adalah Canduang, Koto Lawas, Lasi Mudo, Pasanehan, Bukit batabuah, Lasi Tuo. Menurut data/ catatan tangan dari sumber lokal yaitu Muhammad Hidjaz Rajo Ameh (alm.) Suku Koto, menuliskan bahwa masjid ini mulai dibangun pada tahun 1813 dan selesai pada tahun 1823 M (awal abad ke-19) oleh Haji Salam. Arsitektur bangunan masjid ini mewakili masa gaya yang khas dari masjid tradisional Minangkabau abad XIX-XX M dengan ciri beratap tumpang 3 (tiga) dari bahan ijuk. Demikian juga dengan bentuk menara yang khas yang hanya dapat ditemukan di Minangkabau pada masa-masa itu. Pada bagian mihrab terdapat angka tahun berhuruf Arab dan Latin yang menunjukkan angka tahun 1316 H atau 1906 M. Angka tahun tersebut diduga merupakann angka tahun pembuatan mihrab. Untuk Mancapai masjid ini cukup mudah karena hanya jika di tempuh dari kota Bukittinggi hanya sekitar 15-20 menit saja dengan jarak +/- 13 KM dari Jam Gadang (Pusat Kota Bukittinggi). Menurut sejarahnya disaat pembangunan Masjid ini, masyarakat secara bersama-sama membangun masjid seluas 21 x 21 M dengan tinggi 37,5 meter ini. Menariknya hampir semua material yang pergunakan untuk membuat tempat beribadah ini berasal dari kayu, baik lantai, dinding, maupun tiang-tiangnya. Tiang Macu (tiang besar ditengah ruangan ) Masjid ini di ambil dari Batu Sangkar (Pagaruyung), ada juga sumber lain yang menyebutkan berasal dari daerah Bayuah Kenagarian Tanjuang Alam, Kabupaten Tanah Datar. Tiang dibawa dengan cara di gotong secara estafet oleh masyarakat melalui Koto tinggi - Baso - Simpang Candung - Sampai di Masjid Bingkudu. Jalur pengangkutan tiang masjid inilah yang menjadi pembuka jalan (hubungan) antara Batu Sangkar dengan Baso (Kab. Agam), Sedangkan atapnya yang berundak tiga, terbuat dari susunan ijuk. Bangunan ini saat didirikan memakai sistem pasak. Artinya tidak satupun dari komponen penyusun masjid ini yang dilekatkan satu sama lain dengan menggunakan paku. Lampu-lampu minyak yang yang terpajang pada setiap sudut masjid rata-rata juga sudah menjadi barang antik, karena telah berumur ratusan tahun. Pekarangan di sekitar masjid cukup indah. Tiga kolam ikan, serta satu kolam besar untuk berwudhuk membuat kesan masjid yang cukup jauh dari pemukiman penduduk itu semakin alami. Dulunya air untuk berwudhuk dialirkan dengan bambu sepanjang 175 meter dari mata air yang diambil dari tabek (tanah) nya Keturunan Datuak Tan Tuah dari suku Selayan di Lurah. Namun sekarang untuk memperlancar aliran air, salurannya sudah diganti dengan pipa besi. Selain itu, pada pekarangan masjid juga terdapat sebuah menara denga ketinggian 30 meter dengan tangga naik berbentuk spiral. Seperti kebanyakan masjid yang ada, Di atas menara ini dulu terdapat Cenang (Gong) Besar yang dibunyikan setiap datang waktu shalat, menara ini juga digunakan untuk mengumandangkan azan, terutama saat belum ada pengeras suara Di dekat jalan ke arah menara terdapat sebuah Tabuah (beduk) Besar yang di bunyikan setiap sebelum azan dan saat malam takbiran tabuah (beduk) ini akian di bunyikan secara bersama-sama sambil mengucapkan takbir pada Ilahi. Sementara di halaman masjid terdapat makam Syech Ahmad Thaher, pendiri sekolah pendidikan Islam yang lebih dikenal dengan MUS (Madrasah Ulumi Syriah). Ia meninggal sekitar 13 Juli 1960. Pada tahun 1957, atap masjid yang terbuat dari ijuk, diganti masyarakat dengan seng. Itu dilakukan karena ijuk yang yang mengatapai ruangan masjid dari hujan dan panas telah lapuk. Dua tahun kemudian dilakukan renovasi dan pemugaran terhadap bangunan masjid yang lainnya. Di lingkungan Masjid terdapat Surau Bulek yang digunakan sebagai tempat Akad Nikah. Menurut Kepala KUA Candung, Ramza Husmen yang ikut langsung meninjau Masjid Bingkudu mengatakan pada tahun 1999, masjid ini diserahkan kepada Pemkab Agam, dan ditetapkan sebagai salah satu bangun cagar budaya di Agam. Dua tahun setelah itu, masjid mengalami pemugaran secara keseluruhan. “Atapnya yang dulu seng dikembalikan ke ijuk. Kemudian bagian-bagian yang lapuk diganti dan serta dicat lagi sebagaimana aslinya. Aktivitas keagamaan tetap berlangsung di tempat ini. Baik untuk shalat berjamaah setiap hari, shalat Jumat, serta ibadah lainnya. Apalagi saat bulan Ramadhan Selalu diadakan acara Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), intensitas kunjungan masyarakat/ wisatawan terhadap masjid sangat tinggi dan sarana transpotrasi untuk menjangkau lokasi juga cukup mudah dan murah dari Kota Bukittinggi. Hanya saja di sekitar Masjid masih belum ada Warung Makan (restoran yang cukup baik) dan tempat penjualan suvenir khas masyarakat setempat. Warga menginginkan agar perhatian pemerintah berlangsung secara kontiniu dan berkesinambungan untuk me mperbaiki sarana dan prasarana di sekitar Masjid.

Bukittinggi Kota Wisata :

Jam Gadang PDF Cetak E-mail

Didirikan oleh Controleur Rook Maker pada tahun 1926 yang berlokasi di pusat kota, bangunan ini dirancang oleh Putra Minangkabau Jazid dan Sutan Gigih Ameh. Jam Gadang ini merupakan lambang Kota Wisata Bukittinggi yang dikelilingi oleh taman bunga dan pohon-pohon pelindung, yang dapat memberikan kesejukan dan berfungsi sebagai alun-alun kota. Dari puncaknya kita dapat menikmati dan menyaksikan betapa indahnya alam sekitar Bukittinggi vang dihiasi Gunung Merapi, Gunung Singgalang, Gunung Sago dan Ngarai Sianok. Salah satu keunikan Jam Gadang adalah angka empat yang ditulis dengan empat buah angka satu Romawi yang seharusnya ditulis dengan angka empat Romawi.
Disekitar Jam Gadang ini juga telah dibangun taman yang menambah semarak dan indahnya lokasi tersebut dengan berbagai bunga dan pepohonan serta fasilitas tempat duduk dan digunakan untuk menikmati pemandangan kota yang sangat menawan, sambil menikmati makanan spesifik. Selain itu disekitar Jam Gadang terdapat Istana Bung Hatta atau Tri Arga dan terdapat sebuah plaza yaitu Plaza Bukittinggi.

NGARAI SIANOK

Ngarai Sianok PDF Cetak E-mail

Ngarai Sianok atau Lembah Pendiang merupakan suatu lembah yang indah, hijau dan subur. Didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah tebing dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Keindahan alam Ngarai Sianok mempesona, sering dijadikan bahan imajinasi para pelukis dan diabadikan oleh para wisatawan untuk diambil foto-fotonya. Ngarai Sianok terletak di pusat Kota Bukittinggi dengan panjang ± 15 km, kedalaman ± 100 m dan lebar sekitar 200 m. Pada zaman penjajahan Belanda Ngarai Sianok dikenal sebagai Kerbau Sanget karena didasar ngarai terdapat banyak kerbau lia

Mengenal Tempat Wisata Minangkabau (Sumbar)

MENGENAL TEMPAT WISATA MINANGKABAU (SUMBAR)

rumah adat minangkabau

rumah adat minangkabau

Provinsi Sumatera Barat memiliki berbagai jenis daearah dan tempat wisata, baik wisata alam maupun wisata sejarah, diantaranya yang sangat sering dikunjungi adalah sebagai berikut :

1. Panorama Tabek Patah

Panorama Tabek Patah

Panorama Tabek Patah

Panorama Tabek Patah terletak di pinggang gunung berapi antara kota Bukittinggi dan Batusangkar, Indonesia. Hawanya dingin dan sering berkabut. Bila cuaca cerah, pemandangannya sangat indah. Ada dua danau kecil yaitu Pakih dan Aie Taganang Didanau ini terdapat ikan khas Tabek Patah oleh penduduk setempat disebut ika

2. Istano Basa

stano Basa yang lebih terkenal dengan nama Istana Pagaruyung, adalah

Istana Basa

Istana Basa

sebuah istana terletak di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat. Istana ini merupakan obyek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat.

Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istano Basa asli terletak di atas Bukit Batu Patah itu dan terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804. Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1966.

Proses pembangunan kembali Istano Basa dilakukan dengan peletakan tunggak tuo (tiang utama) pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatra Barat (waktu itu Harun Zain). Bangunan baru ini tidak didirikan di tapak istana lama, tetapi di lokasi baru di sebelah selatannya. Pada akhir 1970-an, istana ini telah bisa dikunjungi oleh umum.

Kebakaran 2007

Pada tanggal 27 Februari 2007, Istano Basa mengalami kebakaran hebat akibat petir yang menyambar di puncak istana [2]. Akibatnya, bangunan tiga tingkat ini rata dengan tanah. Ikut terbakar juga sebagian dokumen, serta kain-kain hiasan.[3].Diperkirakan hanya sekitar 15 persen barang-barang berharga ini yang selamat. Barang-barang yang lolos dari kebakaran ini sekarang disimpan di Balai Benda Purbakala Kabupaten Tanah Datar.

Biaya pendirian kembali istana ini diperkirakan lebih dari Rp 20 miliar Harta pusaka Kerajaan Pagaruyung sendiri disimpan di Istano Silinduang Bulan, 2 kilometer dari Istano Basa

3. Danau Singkarak

Danau Singkarak

Danau Singkarak

Merupakan danau yang terbesar di Sumatera Barat dengan panjang 21 km yang terletak di pinggir jalan raya Padang Panjang – Solok. Disekitar danau terdapat beberapa tempat untuk beristirahat dan bersantai serta tersedia juga berbagai fasilitas sampan, boat dan hotel. Tersedia juga fasilitas untuk mengelilingi danau dengan pemandangan yang indah.

Danau Singkarak berada di dua kabupaten di Sumatera Barat, Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Dengan luas 107,8 km² danau ini merupakan danau terluas ke-2 di Pulau Sumatera. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Air danau ini sebagian dialirkan melewati terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, Padang Pariaman.

Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan spesies ikan yang diperkirakan hanya hidup di danau ini, dan menjadi salah satu makanan khas.

4. Danau Maninjau

Danau Maninjau adalah sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya,

Danau Maninjau

Danau Maninjau

Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam. Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan Gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan. Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 KM mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau.

Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok. Di sekitar Danau Maninjau terdapat fasilitas wisata, seperti Hotel(Maninjau Indah Hotel, Pasir Panjang Permai) serta penginapan dan restoran.

5. Danau Di Atas dan Di Bawah

Danau Dibawah

Danau Dibawah

Kedua danau ini dikenal dengan sebutan Danau Kembar. Kedua danau tersebut terletak di Desa Pasar Simpang, Kecamatan Lembayang Jaya, Kab. Solok, berjarak kurang lebih 47 km dari Kota Solok dan 56 km dari Kota Padang. Keunikan dari danau kembar tersebut adalah untuk menuju Danau Di atas, kita harus melalui jalan yang menurun sedangkan untuk menuju Danau Dibawah, kita harus melalui jalan yang mendaki. Di sekitar danau ditanam buah markisa dengan rasa yang manis, sayur-sayuran, dan kentang.

6. Jam Gadang

Jam Gadang merupakan bangunan menara yang tinggi menjulang dengan

Jam Gadang

Jam Gadang

megahnya, beratapkan khas Minangkabau, terletak di tengah kota Bukittinggi. Jam Gadang menjadi landmark dan lambang kota Bukittinggi, dibangun di atas bukit yang bernama Bukit Kandang Kerbau pada jaman Pemerintahan Belanda tahun 1827 oleh Contraleur (Sekretaris Kota) Rook Maker.
Dari puncak menara kita dapat menikmati dan menyaksikan betapa indahnya alam di sekitar kota Bukittinggi yang dihiasi Gunung Merapi, Gunung Singgalang, Gunung Sago dan Ngarai Sianok. Selain itu, Jam Gadang juga berguna sebagai penuntun bagi masyarakat sekitar untuk mengetahui waktu. Hal yang unik pada Jam Gadang adalah angka 4 yang tertulis IIII.

7. Benteng Fort De Kock

Benteng Fort De Kock

Benteng Fort De Kock

Benteng ini dibangun di pincak di dalam kota Bukittinggi tahun 1825 pada waktu terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol dan Harimau Nan Salapan terhadap Belanda. Disekitar Benteng ini masih dapat kita lihat meriam kuno periode abad XIX Masehi. Tempat yang luas ini telah dihiasi dengan taman sebagai tempat ketinggian menyaksikan, Ngarai Sianok dan perbukitan sekitarnya terdapat meriam kuno dan bangunan benteng. Ini merupakan tempat terbaik di Bukittinggi menyaksikan Sunset.

8. Gedung Tri Arga / Istana Bung Hatta

Gedung yang terletak di kota Bukittinggi ini masa dahulu merupakan pusat

Istana Bung Hatta

Istana Bung Hatta

pemerintahan darurat Republik Indonesia tahun 1947. Hal ini disebabkan oleh agresi Belanda yang ingin memecah belah bangsa kita. Untuk mengenang jasa Proklamator Bung Hatta, gedung Tri Arga diganti nama dengan Istana Bung Hatta.

9. Terowongan (Gua) Jepang

Terowongan ini panjangnya lebih 1.400 meter berkelok-kelok dibuat oleh tentara Jepang pada periode 1942, terletak di tengah taman panorama di Ngarai Sianok di bawah kota Bukittinggi, dengan lebar lebih 2 meter. Di dalam gua terdapat berbagai keperluan ruangan untuk kantor, rumah sakit, makanan dan persenjataan. Pintu masuk gua terdapat dibeberapa tempat, seperti di Ngarai Sianok, di Panorama, di samping Istana Bung Hatta dan di Kebun Binatang Bukittinggi. Rakyat setempat menamakan ini adalah Lobang Jepang.

10. Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok terletak di Pusat kota Bukittinggi, membujur dari Selatan Nagari Koto Gadang terus ke Utara, Nagari Sianok Enam Suku dan berakhir di Palupuh dengan panjang 15 km, kedalaman 100 meter dan lebar 200 meter. Ngarai Sianok atau Lembah Pendiam ini merupakan suatu lembah yang indah, hijau dan subur, didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah tebing yang berwarna-warni dengan latar belakang gunung Merapi dan Singgalang yang menghijau merupakan alam yang mempesona. Keunikan Ngarai ini mudah dicapai, sebuah Ngarai di pusat kota yang tidak ditemui di kota-kota lainnya di dunia. Keindahan alam Ngarai Sianok yang mempesona itu selalu diabadikan oleh wisatawan dengan mengambil foto-foto serta sebagai imajinasi bagi para pelukis. Perjalanan menjelajah dengan melalui jalan setapak di lembah Ngarai merupakan rekreasi yang menarik, bila perjalanan terus keseberang Ngarai dalam waktu 45 menit anda akan sampai di Nagari Koto Gadang sebagai Nagari asal beberapa orang pemimpin bangsa Indonesia antara lain : H.Agus Salim dan Emil Salim.

Ngarai Sianok adalah sebuah lembah curam (jurang) yang terletak di jantung kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Lembah ini memanjang dan berkelok dari selatan ngarai Koto Gadang sampai di Ngarai Sianok Enam Suku, dan berakhir sampai Palupuh. Ngarai Sianok memiliki pemandangan yang indah dan menjadi salah satu objek wisata utama provinsi.

Jurang ini dalamnya sekitar 100 m membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m dan merupakan bagian dari patahan yang memsiahkan Pulau Sumatra menjadi dua bagian memanjang (Patahan Semangko). Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau – hasil dari gerakan turun kulit bumi (sinklinal) – yang dialiri Sungai Sianok yang airnya jernih. Di zaman kolonial Belanda, jurang ini disebut juga sebagai kerbau sanget, karena banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai.

Sungai Sianok kini bisa diarungi dengan menggunakan kano dan kayak yg disaranai oleh suatu organisasi olahraga air “Qurays”. Rute yang ditempuh adalah dari Desa Lambah sampai Desa Sitingkai Batang Palupuh selama kira-kira 3,5 jam. Di tepiannya masih banyak dijumpai tumbuhan langka seperti rafflesia dan tumbuhan obat-obatan. Fauna yang dijumpai misalnya monyet ekor panjang, siamang, simpai, rusa, babi hutan, macan tutul, serta tapir.

11. Lembah Anai

Lingkungan Lembah Anai sangat mengagumkan. Hutan tropis yang lebat

Lembah Anai

Lembah Anai

yang mengesankan dan merupakan hutan lindung. Didasarnya mengalir Sungai Batang Anai dengan airnya yang bening dan kelihatan sebuah air terjun setinggi 40 meter dekat sekali dengan jalan raya.

12. Anai Resort Golf Course

Anai Resort terletak 550 m di atas permukaan laut. Merupakan Golf Course terbaik di Sumatera Barat yang berstatus Internasional dengan 18 hole, dirancang oleh Designer Lapangan Golf International Thomas dan Perret. Berbagai fasilitas terdapat di lokasi bungalow seperti kolam renang alami dan restoran.

13. Embun Pagi

Embun Pagi

Embun Pagi

Sebelum mencapai Danau Maninjau kita akan berhenti sejenak di Embun Pagi di desa Padang Gelanggang 24 km dari Bukittinggi untuk menikmati udara yang sejuk dan nyaman sambil memandang keindahan Danau Maninjau dengan airnya yang membiru serta dikelilingi oleh bukit-bukit yang menghijau.

14. Ngalau Indah

Dua km sebelum memasuki kota Payakumbuh dari arah Bukitinggi kita akan

Ngalau Indah

Ngalau Indah

sampai ke sebuah gua alam dengan stalagnit dan stalagmit pada langit-langit gua yang cukup menarik. Di dalam gua ini kita akan mendengar suara kelelawar yang berterbangan di sekitar kita dan merasakannya tanpa dapat melihatnya. Di luar gua ini kita akan menikmati taman dengan pohon-pohon yang rindang menambah kesejukan dan keindahan alam.

15. Istana Pagaruyung

Istana Pagaruyung

Istana Pagaruyung

Istana ini dibangun oleh keluarga kerajaan Pagaruyung di Batusangkar yang mempunyai ciri khas Minangkabau. Di dalam istana terdapat barang- barang peninggalan kerajaan yang masih terpelihara dengan baik. Di sekitar istana ini kita dapat menikmati keindahan alam dengan udara yang sejuk. Terletak di Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar. Pagaruyung adalah lokasi kediaman Raja Minangkabau sebagai pusat pemerintahan. Sekarang rumah gadang yang ada disana merupakan replika dari Istana yang aslinya dengan lukisan di dinding luar dan atap yang menjulang berbentuk tanduk kerbau.

16. Lembah Harau

Merupakan cagar alam dengan bukit kapur yang curam dengan ketinggian

Lembah Harau

Lembah Harau

100 sampai 150 m yang terletak 14 km dari Payakumbuh. Disini juga ditemui lima buah air terjun yang selalu mencurahkan airnya yang jernih. Di tempat ini juga tersedia fasilitas untuk berkemah bagi wisata remaja dan kegiatan mengelilingi cagar alam melalui jalan setapak. Direncanakan cagar alam ini akan menjadi taman margasatwa yang pertama di luar Pulau Jawa.

17. Pandai Sikek

Pandai Sikek

Pandai Sikek

Pandai Sikek dikenal sebagai daerah pusat kerajinan ukiran dan tenunan Kain Songket. Pandai Sikek terletak di kaki Gunung Singgalang lebih kurang 10 km sebelum memasuki kota Bukittinggi dengan pemandangan yang indah. Disini kita juga dapat melihat kehidupan masyarakat yang bertani secara tradisional. Desa ini memiliki 1000 buah alat tenun. Lukisan kayu dan perabot rumah tangga juga dibuat disini.

18. Pulau Sikuai

Pulau Sikuai, salah satu pulau yang terletak di sisi barat Pulau Sumatera

Pulau Sikuai

Pulau Sikuai

hanya terletak sekitar setengah mil laut dari kota Padang dan dapat dicapai menggunakan kapal angkutan khusus dengan waktu tempuh 35 menit berangkat dari dermaga airud Bungus. Pengunjung pulau dapat menginap di hotel resort yang dilengkapi fasilitas hotel berbintang dua. Resort ini menyediakan 21 buah cottage dengan kapasitas sekitar 45 kamar. Selain menikmati keindahan pantai dan wisata bahari, trekking mengitari pulau atau menjelajahi hutan alam sampai panjat tebing juga dapat dilakukan oleh pengunjung yang senang petualangan alam.

19. Kawasan Bukit Langkisau

Bukit Langkisau

Bukit Langkisau

Bukit Langkisau memiliki ketinggian 1.000 kaki yang terletak antara Desa Salido dan Kota Painan-Pesisir Selatan. Selain dapat menikmati pemandangan yang memukau ke laut lepas, kawasan bukit langkisau juga dimanfaatkan sebagai sarana olahraga terbang layang dengan lokasi pendaratan di pantai Carocok atau pantai Salido.

20. Pulau Cubadak

Pulau Cubadak adalah salah satu pulau di kawasan Mandeh – Pesisir Selatan

Pulau Cubadak

Pulau Cubadak

yang telah dikelola menjadi objek wisata berskala internasional oleh investor dari Italia. Resor ini memiliki 13 bungalows dan satu suite dengan arsitektur alam yang didukung oleh beberapa sarana penunjang untuk kegiatan diving, fishing, dan snorkeling. Resor ini dilengkapi pula dengan motor boat, dermaga dan beberapa fasilitas bahari lainnya

21. Jembatan Akar Pesisir Selatan

Jembatan Akar

Jembatan Akar

Terletak sekitar 30 menit dari Painan, Jembatan Akar merupakan salah satu objek wisata paling unik di Sumatera Barat. Jembatan hidup yang melintasi sungai Bayang ini terbuat dari akar dua bohon beringin yang saling bertautan. Berbeda dengan jembatan pada umumnya yang semakin lama semakin lemah, jembatan akar dengan bertambah usianya pohon beringin semakin bertambah kuat. Konon jembatan ini di desain oleh seorang ulama bernama Pakih Sokan pada awal 1900 an.

22. Selancar dan Wisata Pantai di Mentawai

Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan ibu kota Tua Pejat – Sipora berada

Mentawai

Mentawai

lebih kurang 135 km dari Kota Padang dapat dicapai melalui laut dengan memakan waktu antara 6-10 jam. Selain memilki pantai yang indah dengan hamparan pasir putihnya, aktivitas wisata atraksi atau bahari yang terkenal adalah kegiatan selancar (surfing) yang dapat dilakukan disekitar pulau Siberut dan Sipora. Akomodasi bagi pengunjung terdapat di beberapa kota kabupaten dan kecamatan.

23. Desa Pariangan di Tanah Datar

Desa Pariangan

Desa Pariangan

Adalah desa tertua di Minangkabau, dimana berasalnya nenek moyang orang Minangkabau, terletak dilereng Gunung Merapi ditepi jalan raya Padang Panjang – Batusangkar. Di desa ini dapat dilihat keaslian bentuk desa adat yang mencerminkan kehidupan sosial Minangkabau seperti Balairung, mesjid, Rumah adat, Lumbung padi yang merupakan unsur pokok dari suatu kelompok sosial orang Minangkabau. Terdapat pemandian air panas, dan beberapa peninggalan sejarah seoperti batu basurek, kuburan panjang yang menurut ceritanya adalah kuburan Dt. Tantejo Gurhano arsitek Rumah Adat Minangkabau.

24. Rumah Peristirahatan Balai Campago

Balai Campago terletak di suatu bukit yang sangat indah dengan udara yang

Balai Campago

Balai Campago

sejuk serta kehidupan bermasyarakat yang aman dan tentram tepatnya di Desa Campago Cuguak Bulek, Mandiangin Koto Salayan Kota Bukittinggi, 4 km dari pusat kota Bukittinggi. Untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan angkutan darat dalam waktu 10 menit dari pusat kota Bukittinggi dan 1 jam 45 menit dari Padang. Balai Campago berdiri di atas tanah seluas 8.038 m2 dengan luas bangunan 3.054 m2 terdiri dari 2 buah bangunan VIP, 1 buah bangunan utama terdiri dari 3 kamar Superior dan 17 kamar standar yang semuanya dilengkapi dengan perabot. Fasilitas yang ada di Balai Campago adalah ruang serbaguna dengan kapasitas 40 orang, lapangan tenis, lobby, lounge teras, jogging track, coffe shop outdoor, deck pandang, menara, musholla dan tempat parkir yang memadai. Fasilitas tersebut dalam waktu dekat akan ditambah dengan kolam renang dan taman bermain. Dari Balai Campago dapat terlihat seluruh keindahan kota Bukittingi, seperti 2 buah pegunungan yang berderet melingkari kota Bukittinggi dan rumah-rumah adat yang terhampar di bawah Bukit Campago.

Padang City

Pantai Padang

Pantai Padang

Padang merupakan ibukota Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini adalah kota kecil yang indah dan memiliki berbagai daya tarik dan tempat wisata yang dapat dikunjungi. Seperti pantai padang (yang akan hadir dengan tampilan Padang beach city) Padang juga mempunyai beberapa rumah yang dibangun sesuai dengan bentuk kebudayaan Minangkabau (yang menyerupai tanduk kerbau) pusat dari kebudayaan dan sejarah. Tidak hanya itu, Padang juga terkenal dengan Nasi Padang. Selain itu, Padang juga menjadi tempat penghubung bagi orang-orang yang ingin berselancar di Kepulauan Mentawai.

Masih banyak lagi keindahan Alam Minangkabau lainnya yang dapat Anda nikmati bersama rekan kerja, teman maupun keluarga.

Dapatkan segera PAKET Perjalanan CROWNSEED Tour and Travel, nikmati kemewahan serta kenyamanan Liburan Anda dengan keindahan dan keelokan Wisata Alam Sumatera Barat.

Download VHD 2 Simulasi UNBK 2017 Terbaru

Download VHD 2 Simulasi UNBK Terbaru Lengkap Dengan Petunjuk Ujian nasional berbasis Komputer UNBK bagi SMP, SMA SMK dan jenjang sederajat lainnya. untuk persiapan tentunya ada latihan uji coba atau try out persiapan simulasi UNBK yang kita ketahui bersama di sediakan. VHD Simulasi 2 sudah dapat diunduh mulai hari Minggu, 5 Februari 2017 jam 19.30 wib. Tidak perlu semua sekolah/ madrasah mengunduh sendiri2, tetapi cukup perwakilan setiap kota/kab mengunduh dan selanjutnya membagi ke s/m lain di kota/kab nya. VHD yang beredar sebelum hari ini jam 19.30 dianggap tidak berlaku. Sebelum mengunduh VHD, Unduh terlebih dahulu file Petunjuk Unduh VHD di sebelah. VHD untuk Simulasi 2 UNBK sudah dapat diunduh di alamat dibawah ini, sesuai zona waktu sekolah. Waktu Indonesia Timur Ftp://118.98.227.118 Ftp://118.98.227.202 Waktu Indonesia Tengah Ftp://118.98.227.244 Ftp://118.98.227.119 Ftp://118.98.227.193 Waktu Indonesia Barat Ftp://118.98.227.195 Ftp://118.98.227.181 Ftp://118.98.227.183 Ftp://118.98.227.199 Ftp://118.98.227.198 Gunakan username : UNBK2017f dan password : 20170602 Untuk Unzip/unrar file gunakan password : P4ssw0rd

WISATA KEPULAUAN MENTAWAI :


Salah satu Pantai Di Pulau Mentawai

Mentawai adalah sebuah gugusan pulau-pulau kecil yang terletak di barat Pulau Sumatera,Indonesia.
Mentawai merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Sumatera Barat.Penduduk Asli mentawai adalah Orang Mentawai.Bahasa yang digunakan oleh orang mentawai adalah bahasa mentawai
Pulau-Pulau besar yang banyak didiami penduduk di Mentawai adalah Pulau Sipora, Pagai Utara,Pagai selatan dan Siberut.

Ibukota Kabupaten Mentawai adalah Tua Pejat.
Luas kabupaten mentawai adalah 6011,35 Kilometer persegi.
Dengan jumlah penduduk 38.300 orang (tahun 2000).
rumah adat orang mentawai adalah uma
dengan kepala suku nya bergelar Sakerei.


SEJARAH MENTAWAI

mengikuti teori pleistocene glaciation, Kepulauan Mentawai terpisah dari pulau Sumatera dikarenakan oleh kenaikan permukaan air laut.Orang mentawai diperkirakan telah ada disuatu pulau 200 dan 500 SM.Bermigrasi dari utara melalui Pulau Siberut kemudian bergerak keselatan menuju Sipora dan Pulau pagai.Austronesia bahasa,adat dan kebiasaan hidup sangat berbeda dengan Sumatera Barat sebagai propinsi induknya.

Pada awal abad ke 17 orang portugis membuat peta mentawai dengan nama 'Mintaon'peta tersebut dibuat tahun1606. Pada Agustus tahun1792 seorang karyawan British East India Company,John Crisp mengunjungi Pagai (Poggy) untuk mempelajari orang mentawai.Tulisannya mengenai mentawai dimuat pada tahun 1799.John crisp adalah orang pertama yang mengenalkan mentawai pada sastra barat. Pada tanggal 10 Juli 1864 menjadi bagian dari Hindia Belanda.

Orang Mentawai

PARIWISATA

Mentawai memiliki banyak pulau-pulau indah dengan ombaknya yang besar,yang sangat bagus untuk olahraga berselancar.
Pariwisata Mentawai mulai dikenal orang adalah pada pertengahan tahun 1990,yaitu secara tidak sengaja seorang perselancar dari Australia menemukan ombak yang bagus untuk berselancar.Sejak saat itulah Mentawai ramai dikunjungi oleh turis untuk berselancar.Kabarnya ombak di mentawai merupakan ombak terbagus ketiga didunia untuk berselancar.

Sekarang orang menjadikan mentawai sebagai daerah tujuan wisata,terutama untuk berselancar,juga untuk mengetahui lebih dalam kehidupan suku mentawai,melihat keindahan alam mentawai menyelidiki kehidupan hewan di mentawai dan lain-lain.

Di Mentawai sekarang telah banyak berdiri resort-resort yang dikelolah oleh orang asing,diantaranya adalah Kandui resort.
Disamping itu ekonomi masyarakat di mentawai juga tumbuh dengan menyediakan Home stay pada tempat-tempat wisata.

Mentawai adalah daerah yang masih murni dan belum tersentuh, jika di berdayakan dan dikembangkan mentawai bisa menyamai Bali.

Wisata Sumatera :

Visit West Sumatra (The Land of Gold)

Sumatra (Sumatera) was known in ancient times by the Sanskrit names of Swarnadwipa or Swarnabhumi ("Land of Gold"). Empire of Srivijaya, a Buddhist monarchy, dominating the region throughout the 7th to 9th centuries. Late in the 14th century the name Sumatra became popular as the kingdom of Samudra was rising.

Sumatra is the sixth largest island in the world (470,000 km²). Its length is about 1,790 km. Its highest point is Mount Kerinci (3,805 m). The interior of the island is dominated by Bukit Barisan mountains in the west and swampy plains in the east.

The volcanic activity gives the fertile land and beautiful sceneries, especially Lake Toba. Most of Sumatra is covered by tropical rainforest. It has the world's largest flower, Rafflesia arnoldii. It also has many fantastic animals: tiger, orangutan, rhinoceros, elephant, tapir, and sun bear.

Location: MAP
Indonesia, South East Asia
west of Java island


Tour in Aceh:
Pulau Weh (island & beach)
Danau Laut Tawar (lake)
Gunung Leuser (mount)


Tour in North Sumatra :
Danau Toba (great lake)
Berastagi (resort)
Bohorok (orangutan rehabilitation)


Tour in West Sumatra :
Lembah Harau (valley)
Danau Maninjau (lake)
Sungai Janiah (sacred fish pond)
Jam Gadang (big clock)
Ngarai Sianok (gorge)
Rumah Bung Hatta (museum)
Danau Singkarak (lake)
Lembah Anai (waterfall)

Istana Pagaruyung (palace)

Bukik Bulek Candung (Highland + Waterfall)

Old Mosque Bingkudu Candung (Mosque)



Tour in Nias & Mentawai:
Bawomataluwo (traditional village)
Hilisimaetano (traditional village)
Siberut (island & beach)


Tour in Riau:
Muara Takus (temple)
Siak Sri Indrapura (palace)


Tour in Jambi:
Muaro Jambi (temple)
Danau Kerinci (lake)
Kerinci Seblat (nature reserve)


Tour in Bengkulu:
Benteng Marlborough (fort)
Pantai Panjang (beach)
Tabah Penanjung (rafflesia reserve)



Tour
in South Sumatra:
Bukit Siguntang (hill)
Jembatan Ampera (bridge)
Air Terjun Temam (waterfall)


Tour in Bangka & Belitung:
Pantai Tanjung Kelayang (beach)
Pantai Tanjung Tinggi (beach)
Pantai Tanjung Penyusuk (beach)


Tour in Lampung:
Way Kambas (elephant reserve)
Krakatau (volcano island)
Pantai Merak Belantung (beach)

Maninjau Lake, West Sumatra

Sungai Janiah, West Sumatra

Tanjung Kelayang beach, Belitung, Sumatra

Jam Gadang, West Sumatra

Ngarai Sianok, West Sumatra

Rumah Bung Hatta, West Sumatra

Danau Singkarak, West Sumatra

Tanjung Tinggi beach, Belitung, Sumatra

Lembah Anai, West Sumatra

Pagaruyung palace, West Sumatra

Lembah Harau, West Sumatra

JAKARTA :

Jakarta

Jakarta is the capital city of the Republic of Indonesia. Initially Jakarta was a port city which developed into a trading center by 14th century, originated along the downstream of Ciliwung River. Under the Dutch rule, this city was named Batavia. Now Jakarta has proudly developed into one of Asia’s most prominent metropolitan centers. Jakarta is also the center of commerce in Indonesia. Heritages from the past are the prime attractions in Jakarta. Here we can find old churches, museums, amusement parks, recreation centers, and shopping complexes.

Location:
north-west part of Java island
120 km north west of Bandung



Buildings & Architecture:
Monas (Monumen Nasional)
Monumen Proklamator
Klenteng Petak Sembilan
Monuments & Statues in Jakarta
Historical Buildings in Jakarta

Museums & Galleries:
Museum Nasional
Museum Bahari (maritime)
Museum Fatahillah (history)
Museum Keramik (ceramic)
Cafe Batavia (old photographs)
Museums in Jakata

Cultural Sites:
Gedung Kesenian Jakarta (art theatre)
Bharata Theatre (wayang orang)

Parks & Amusements:
Taman Mini Indonesi Indah
Taman Burung (bird park)
Akuarium Air Tawar (fresh water aq.)
Museum Serangga (insects)
Taman Impian Jaya Ancol
Gelanggang Samudra (dolphin show)
Kebun Binatang Ragunan (zoo)
Dunia Fantasi (fantasy world)
Seaworld
Planetarium Jakarta
Taman Fatahillah (square)

Shopping:
Pasar Seni Ancol (art market)
Pasar Ikan Ciliwung (fish market)
Shopping Centers in Jakarta

Beach & Islands:
Sunda Kelapa (old harbor)
Pantai Ancol (beach)
Kepulauan Seribu (islands)



Transport:
Kampung Rambutan (bus terminal)
Pulo Gadung (bus terminal)
Gambir (train station)
Jatinegara (train station)
Soekarno Hatta (airport)
Tanjung Priok (seaport)

Jakarta, Indonesia

Klenteng Petak Sembilan, Jakarta

Museum Indonesia, TMII, Jakarta

National Museum, Jakarta, Indonesia

Jakarta, Indonesia

Museum Fatahillah, Jakarta, Indonesia

Fresh Water Aquarium, TMII, Jakarta, Indonesia

Traditional horse cart, Jakarta, Indonesia

BOOKING TICKET ONLINE :

Booking Online @ BandarUdara.Com
AirAsia Batavia Citilink Garuda
Gatari Kartika
Lion/Wings
Mandala Merpati Trigana Valuair/Jetstar


AirAsia :: Booking Online

AirAsia Indonesia Bookings: Cara Booking & Bayar : Apakah yang di maksud booking tanpa tiket? Konsep tanpa tiket adalah pengganti metode tiket pesawat yang ada saat ini, yang telah digunakan AirAsia selama beberapa tahun terakhir. Dengan perjalanan Tanpa tiket, yang perlu anda lakukan hanyalah membooking penerbangan anda dan anda akan diberi Nomor/Kode Booking. Anda tidak perlu membawa Rencana Perjalanan/Flight Itinerary anda untuk check-in. Yang perlu anda ingat hanyalah Nomor Booking anda, atau sebutkan nama anda. Anda harus memperlihatkan kartu identitas atau paspor anda untuk keperluan identifikasi dan Check-in
Lengkap: http://www.airasia.com
.

Batavia Air :: Booking Online

Batavia Air Indonesia Bookings. Batavia Air adalah perusahaan penerbangan nasional pertama yang mengoperasikan pesawat Airbus A-319 sejak Januari 2006. Batavia Air saat ini mengoperasikan lebih dari 150 penerbangan setiap harinya dan melayani 29 kota tujuan di Indonesia serta Guangzhou-Cina dan Kuching-Malaysia. Batavia Air memiliki 36 pesawat yang terdiri dari pesawat Boeing 737-200, 737-300, 737-400, Airbus A-319 dan Airbus A-320.

Citilink :: Booking Online

Citilink is LCC Airlines, Business Airlines, Bisnis LCC, penerbangan murah di indonesia, moto get simplycity and fly : Citilink berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memberikan layanan transportasi udara sederhana kepada semua pelanggan, dan kami selalu berusaha mencari cara untuk menyempurnakan hal tersebut. Layanan-layanan kami, yang mencakup aspek-aspek tertentu dari pemesanan kursi dan persyaratan perjalanan, dirancang untuk mencerminkan kesungguhan tersebut, bahkan dalam beberapa hal kami memberikan lebih dari apa yang disyaratkan secara tegas dalam undang-undang.

Garuda Indonesia Airline :: Booking Online

Garuda Indonesia Airline Bookings Garuda Indonesia's commitment to total quality improvement in the area of service, safety, on-time departures and load factors has brought the company to a period of dynamic and successful change in providing safe, comfortable and reliable air transportation services.

Gatari Air Services :: Booking Online

It is our pleasure to take you on a journey into the enterprising field of private Air Charter. A world totally dedicated to meeting your unique travel needs : the world of Gatari Air Service. Over more than a decade Gatari has built an enviable reputation as Southeast Asia's premier air charter operator. Gatari listens to it clients and has constantly adapted to match their special and changing requirements, while adhering strictly to global aviation, standards and procedures.

Kartika Airlines :: Booking Online

Kartika Airlines, a local airline with new world class standard of flying pleasure. Starting on June 2005, Kartika Airlines is flying broader to meet middle-up business needs. Explore new experiences of flying to more domestic destinations with us. We are supported by well trained human resources and our proven aircraft for a highest level of flying satisfaction. And of-course, enjoy our new standard in-flight services, and we will fly you the way you always want to fly.

Lion Air / Wings Air :: Booking Online

From modest beginnings as a one-plane airline that first flew in 2000, Lion Air has navigated its way through the turbulence in the wake of the financial crisis that blew through the region in 1997 to emerge as Indonesia’s leading budget airline carrier. Today, we operate 37 planes flying to not only all of Indonesia’s major cities and wondrous tourist destinations, but to Singapore, Penang and Kuala Lumpur as well. And we’re just taking off.

Mandala Airlines :: Booking Online

Mandala Airlines has developed a Total Experience service concept focused on customer satisfaction and excellent, high quality service. Berdiri sejak 1967, Mandala Airlines merupakan salah satu perintis usaha penerbangan komersial di Indonesia. Mandala adalah satu-satunya perusahaan penerbangan non-pemerintah generasi awal yang telah berhasil melewati masa krisis dan mampu berkembang pesat untuk menghadapi persaingan modern dengan mengembangkan organisasi, kemampuan operasional dan juga armada pesawatnya.

Merpati Nusantara Airline :: Booking Online

Merpati Nusantara Airlines was born by the motherland and has grown up among the difference of cultures and language atmospheres which Merpati has been challenged to obtain its maturity. It has improved from year to year. Merpati always sends its best service through nations as the good image building for national aviation. A national leading airlines company is the commitment of achievement. The pole has been planted and the flag has been displayed. Merpati continues to take off through global era to share the value of nation.

Trigana Air :: Booking Online

The main attribute and underlying strength of TRIGANA AIR SERVICE is our aircrews, with their maturity, experience and dedication, their customer oriented hospitality, their combined commitment to performance and service and most of all, their belief in and practice of the highest safety standards, which have been declared by the Company to be our corporate culture. For ease we have named our philosophy as – professional – which has become our standard for operation and maintenance.

Valuair / Jetstar :: Booking Online

Jetstar is Australia's and Singapore's new low fares airline (Valuair) for Indonesia, Singapore, Australia and the Asia-Pacific. Our aim is to provide consistent low fares to Australian, New Zealand and Asian leisure travellers. We started flying within Australia on the 25th of May, 2004 and within Asia just over six months later, offering customers a simple and fresh travel experience. Our bold and distinctive brand is indicative of the fresh and vibrant approach toward low cost travel in the region.




Kami Tidak Terkait Dengan Layanan Booking Online
Kami Hanya Menyediakan Link-Link Saja

Senin, 19 Januari 2026

Rumah Gadang

Rumah Gadang adalah sebutan untuk rumah adat Minangkabau. Rumah ini memiliki keunikan bentuk arsitektur yaitu dengan atap yang menyerupai tanduk kerbau dibuat dari bahan ijuk. Dihalaman depan Rumah Gadang biasanya selalu terdapat dua buah bangunan yang disebut Rangkiang. Rangkiang, digunakan untuk menyimpan padi. Pada masing-masing sayap kanan dan kiri Rumah Gadang, terdapat ruang anjuang (anjung) sebagai tempat pengantin bersanding atau tempat penobatan kepala adat. Rumah Gadang dinamakan pula sebagai “Rumah Ba anjuang”.. Anjuangan pada keselarasan Bodi-Chaniago , tidak memakai tongkat penyangga di bawahnya, sedangkan untuk golongan kesalarasan Koto-Piliang memakai tongkat penyangga. Hal ini sesuai filosofi yang dianut kedua keselarasan (Lareh) – asal kelahiran suku- suku di Minangkabau. Pada keselarasan Koto Piliang, prinsip pemerintahan yang hirarkies menggunakan anjuang yang memakai tongkat penyangga, sedangkan keselarasan Bodi Caniago, anjuangan seolah-olah mengapung di udara. 1. Arsitektur : Bentuk dasarnya, rumah gadang itu persegi empat yang tidak simetris yang mengembang ke atas. Atapnya melengkung tajam seperti bentuk tanduk kerbau, sedangkan lengkung badan rumah Iandai seperti badan kapal. Bentuk badan rumah gadang yang segi empat yang membesar ke atas (trapesium terbalik) sisinya melengkung kedalam atau rendah di bagian tengah, secara estetika merupakan komposisi yang dinamis. Jika dilihat pula dari sebelah sisi bangunan (penampang), maka segi empat yang membesar ke atas ditutup oleh bentuk segi tiga yang juga sisi segi tiga itu melengkung ke arah dalam, semuanya membentuk suatu keseimbangan estetika yang sesuai dengan ajaran hidup mereka. Jika dilihat dan segi fungsinya, garis-garis rumah gadang menunjukkan penyesuaian dengan alam tropis. Atapnya yang lancip berguna untuk membebaskan endapan air pada ijuk yang berlapis-lapis itu, sehingga air hujan yang betapa pun sifat curahannya akan meluncur cepat pada atapnya. Bangun rumah yang membesar ke atas, yang mereka sebut silek, membebaskannya dan terpaan tampias. Kolongnya yang tinggi memberikan hawa yang segar, terutama pada musim panas. Di samping itu rumah gadang dibangun berjajaran menurut arah mata angin dari utara ke selatan guna membebaskannya dari panas matahari serta terpaan angin. Jika dilihat secara keseluruhan, arsitektur rumah gadang itu dibangun menurut syarat-syarat estetika dan fungsi yang sesuai dengan kodrat atau yang mengandung nilai-nilai kesatuan, kelarasan, keseimbangan, dan kesetangkupan dalam keutuhannya yang padu. 2. Ragam Rumah Gadang : Rumah gadang mempunyai nama yang beraneka ragam menurut bentuk, ukuran, serta gaya kelarasan dan gaya luhak. Menurut bentuknya, ia lazim pula disebut rumah adat, rumah gonjong atau rumah bagonjong (rumah bergonjong), karena bentuk atapnya yang bergonjong runcing menjulang. Jika menurut ukurannya, ia tergantung pada jumlah lanjarnya. Lanjar ialah ruas dari depan ke belakang. Sedangkan ruangan yang berjajar dari kiri ke kanan disebut ruang. Rumah yang berlanjar dua dinamakan lipek pandan (lipat pandan). Umumnya lipek pandan memakai dua gonjong. Rumah yang berlanjar tiga disebut balah bubuang (belah bubung). Atapnya bergonjong empat. Sedangkan yang berlanjar empat disebut gajah maharam (gajah terbenam). Lazimnya gajah maharam memakai gonjong enam atau lebih. Menurut gaya kelarasan, rumah gadang aliran Koto Piliang disebut sitinjau lauik. Kedua ujung rumah diberi beranjung, yakni sebuah ruangan kecil yang lantainya lebih tinggi. Karena beranjung itu, ia disebut juga rumah baanjuang (rumah barpanggung). Sedangkan rumah dan aliran Bodi Caniago lazimnya disebut rumah gadang. Bangunannya tidak beranjung atau berserambi sebagai mana rumah dan aliran Koto Piliang, seperti halnya yang terdapat di Luhak Agam dan Luhak Lima Puluh Koto. Rumah kaum yang tidak termasuk aliran keduanya, seperti yang tertera dalam kisah Tambo bahwa ada kaum yang tidak di bawah pimpinan Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih nan Sabatang, yakni daRI aliran Datuk Nan Sakelap Dunia di wilayah Lima Kaum, memakai hukumnya sendiri. ika menurut gaya luhak, tiap luhak mempunyai gaya dengan namanya yang tersendiri. Rumah gadang Luhak Tanah Datar dinamakan gajah maharam karena besarnya. Sedangkan modelnya rumah baanjuang karena luhak itu menganut aliran Kelarasan Koto Piliang. Rumah gadang Luhak Agam dinamakan surambi papek (serambi pepat) yang bentuknya bagai dipepat pada kedua belah ujungnya. Sedangkan rumah gadang Luhak Lima Puluh Koto dinamakan rajo babandiang (raja berbanding) yang bentuknya seperti rumah Luhak Tanah Datar yang tidak beranjung). 3. Fungsi Rumah Gadang Rumah gadang dikatakan gadang (besar) bukan karena fisiknya yang besar, melainkan karena fungsinya. Dalam nyanyian atau pidato dilukiskan juga fungsi rumah gadang yang antara lain sebagai berikut : Rumah gadang besar bertuah, Tiangnya bernama kata hakikat, Pintunya bernama dalil kiasan, Bendulnya sembah-menyembah, Berjenjang naik, bertangga turun, Dindingnya penutup malu, Biliknya alung bunian. sehingga fungsi rumah gadang adalah : a. sebagai tempat kediaman keluarga, fungsi rumah gadang juga sebagai lambang kehadiran suatu kaum serta sebagai pusat kehidupan dan kerukunan, seperti tempat bermufakat dan melaksanakan berbagai upacara. Bahkan juga sebagai tempat merawat anggota keluarga yang sakit. b.Sebagai tempat tinggal bersama, rumah gadang mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri. Setiap perempuan yang bersuami memperoleh sebuah kamar. Perempuan yang termuda memperoleh kamar yang terujung. Pada gilirannya ia akan berpindah ke tengah jika seorang gadis memperoleh suami pula. Perempuan tua dan anak-anak memperoleh tempat di kamar dekat dapur. Sedangkan gadis remaja memperoleh kamar bersama pada ujung yang lain. Sedangkan laki-laki tua, duda, dan bujangan tidur di surau milik kaumnya masing-masing. Penempatan pasangan suami istri baru di kamar yang terujung, ialah agar suasana mereka tidak terganggu kesibukan dalam rumah. Demikian pula menempatkan perempuan tua dan anak-anak pada suatu kamar dekat dapur ialah karena keadaan fisiknya yang memerlukan untuk turun naik rumah pada malam hari. c.Sebagai tempat bermufakatan, rumah gadang merupakan bangunan pusat dari seluruh anggota kaum dalam membicarakan masalah mereka bersama. d. Sebagai tempat melaksanakan upacara, rumah gadang menjadi penting dalam meletakkan tingkat martabat mereka pada tempat yang semestinya. Di sanalah dilakukan penobatan penghulu. Di sanalah tempat pusat perjamuan penting untuk berbagai keperluan dalam menghadapi orang lain dan tempat penghulu menanti tamu-tamu yang mereka hormati. e.Sebagai tempat merawat keluarga, rumah gadang berperan pula sebagai rumah sakit setiap laki-laki yang menjadi keluarga mereka. Seorang laki-laki yang diperkirakan ajalnya akan sampai akan dibawa ke rumah gadang atau ke rumah tempat ia dilahirkan. Dan rumah itulah ia akan dilepas ke pandam pekuburan bila ia meninggal. Hal ini akan menjadi sangat berfaedah, apabila laki-laki itu mempunyai istri lebih dari seorang, sehingga terhindarlah perseng ketaan antara istri-istrinya. 4. Fungsi Bagian Rumah : Rumah gadang terbagi atas bagian-bagian yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. a. Seluruh bagian dalam merupakan ruangan lepas, terkecuali kamar tidur. b. Lanjar dan ruang yang ditandai oleh tiang. Lanjar yang terletak pada bagian dinding sebelah belakang biasa digunakan untuk kamar-kamar. Jumlah kamar tergantung pada jumlah perempuan yang tinggal di dalamnya. Kamar itu umumnya kecil, sekadar berisi sebuah tempat tidur, lemari atau peti dan sedikit ruangan untuk bergerak. Kamar memang digunakan untuk tidur dan berganti pakaian saja c. Tiang itu berbanjar dari muka ke belakang dan dari kiri ke kanan. Tiang yang berbanjar dari depan ke belakang menandai lanjar, sedangkan tiang dari kiri ke kanan menandai ruang. Jumlah lanjar tergantung pada besar rumah, bisa dua, tiga, dan empat. d. Ruangnya terdiri dari jumlah yang ganjil antara tiga dan sebelas. e. Kamar, secara khusus diperuntukkan bagi para gadis yang terletak di bagian kanan. Kamar yang di ujung kiri, biasanya digunakan pengantin baru atau pasangan suami istri yang paling muda. Meletakkan mereka di sana agar mereka bisa terhindar dari hingar-bingar kesibukan dalam rumah. f. Anjung, anjung sebelah kanan merupakan kamar para gadis. Sedangkan anjung sebelah kiri digunakan sebagai tempat kehormatan bagi penghulu pada waktu dilangsungkan berbagai upacara. Pada waktu sehari-hari, anjung bagian kin itu digunakan untuk meletakkan peti-peti penyimpanan barang berharga milik kaum. Lanjar kedua merupakan bagian yang digunakan sebagai tempat khusus penghuni kamar. Misalnya, tempat mereka makan dan menanti tamu masing masing. Luasnya seluas lanjar dan satu ruang yang berada tepat di hadapan kamar mereka. Lanjarketiga merupakan lanjar tengah pada rumah berlanjar empat dan merupakan lanjar tepi pada rumah belanjar tiga. Sebagai lanjar tengah, ia digunakan untuk tempat menanti tamu penghuni kamar masing-masing yang berada di ruang itu. Kalau tamu itu dijamu makan, di sanalah mereka ditempatkan. Tamu akan makan bersama dengan penghuni kamar serta ditemani seorang dua perempuan tua yang memimpin rumah tangga itu. Perempuan lain yang menjadi ahli rumah tidak ikut makan. Mereka hanya duduk-duduk di lanjar kedua menemani dengan senda gurau. Kalau di antara tamu itu ada laki-laki, maka mereka didudukkan di sebelah bagian dinding depannya, di sebelah bagian ujung rumah. Sedangkan ahli rumah laki-laki yang menemani nya berada di bagian pangkal rumah. Sedangkan ahli rumah laki-laki yang menemaninya berada di bagian pangkal rumah. Pengertian ujung rumah di sini ialah kedua ujung rumah. Pangkal rumah ialah di bagian tengah, sesuai dengan letak tiang tua, yang lazimnya menupakan tiang yang paling tengah. Lanjar tepi, yaitu yang terletak di bagian depan dinding depan, merupakan lanjar terhormat yang lazimnya digunakan sebagai tempat tamu laki-laki bila diadakan perjamuan. Ruang rumah gadang pada umumnya terdiri dari tiga sampai sebelas lanjar. Fungsinya selain untuk menentukan kamar tidur dengan wilayahnya juga sebagai pembagi atas tiga bagian, yakni bagian tengah, bagian kiri, dan bagian kanan, apabila rumah gadang itu mempunyai tangga di tengah, baik yang terletak di belakang maupun di depan. Bagian tengah digunakan untuk tempat jalan dari depan ke belakang. Bagian sebelah kiri atau kanan digunakan sebagai tempat duduk dan makan, baik pada waktu sehari-hari maupun pada waktu diadakan perjamuan atau bertamu. Ruang rumah gadang surambi papek yang tangganya di sebuah sisi rumah terbagi dua, yakni ruang ujung atau ruang di ujung dan ruang pangka atau ruang di pangka (pangka = pangkal). Dalam bertamu atau perjamuan, ruang di ujung tempat tamu, sedangkan ruang di pangkal tempat ahli rumah beserta kerabatnya yang menjadi si pangkal (tuan rumah). Kolong rumah gadang sebagai tempat menyimpan alat-alat pertanian dan atau juga tempat perempuan bertenun. Seluruh kolong ditutup dengan ruyung yang berkisi-kisi jarang. 5. Tata Hidup dan Pergaulan dalam Rumah Gadang : Rumah gadang sangat dimuliakan, bahkan dipandang suci. Sebagai perbendaharaan kaum yang dimuliakan dan dipandang suci, maka setiap orang yang naik ke rumah gadang akan mencuci kakinya lebih dahulu di bawah tangga. Di situ disediakan sebuah batu ceper yang lebar yang disebut batu telapakan, sebuah tempat air yang juga dan batu yang disebut cibuk meriau, serta sebuah timba air dari kayu yang bernama taring berpanto. – Perempuan yang datang bertamu akan berseru di halaman menanyakan apakah ada orang di rumah. Kalau yang datang laki-laki, ia akan mendeham lebih dahulu di halaman sampai ada sahutan dan atas rumah. – Laki-laki yang boleh datang ke rumah itu bukanlah orang lain. Mereka adalah ahli rumah itu sendiri, mungkin mamak rumah, mungkin orang semenda, atau laki-laki yang lahir di rumah itu sendiri yang tempat tinggalnya di rumah lain. – Jika yang datang bertamu itu tungganai, ia didudukkan di lanjar terdepan pada ruang sebelah ujung di hadapan kamar gadis-gadis. – Kalau yang datang itu ipar atau besan, mereka ditempatkan di lanjar terdepan tepat di hadapan kamar istri laki-laki yang menjadi kerabat tamu itu. – Kalau yang datang itu ipar atau besan dari perkawinan kaum laki-laki di rumah itu, tempatnya pada ruang di hadapan kamar para gadis di bagian lanjar tengah. Waktu makan, ahli rumah itu tidak serentak. – Perempuan yang tidak bersuami makan di ruangan dekat dapur. – Perempuan yang bersuami makan bersama suami masing-masing di ruang yang tepat di hadapan kamarnya sendiri. – Kalau banyak orang semenda di atas rumah, maka mereka akan makan di kamar masing-masing. Makan bersama bagi ahli rumah itu hanya bisa terjadi pada waktu kenduri yang diadakan di rumah itu. – Kalau ada ipar atau besan yang datang bertamu, mereka akan selalu diberi makan. Waktu makan para tamu tidaklah ditentukan. Pokoknya semua tamu harus diberi makan sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing. Yang menemani tamu pada waktu makan ialah kepala rumah tangga, yaitu perempuan yang dituakan di rumah itu. Perempuan yang menjadi istri saudara atau anak laki-laki tamu itu bertugas melayani. Sedangkan perempuan perempuan lain hanya duduk menemani tamu yang sedang makan itu. Mereka duduk pada lanjar bagian dinding kamar. Orang laki-laki yang ingin membicarakan suatu hal dengan ahli rumah yang laki-laki, seperti semenda atau mamak rumah itu, tidak lazim melakukannya dalam rumah gadang. Pertemuan antara laki-laki tempatnya di mesjid atau surau, di pemedanan atau gelanggang, di balai atau di kedai. Adalah janggal kalau tamu laki-laki dibawa berbincang-bincang di rumah kediaman sendiri. Rumah gadang, sangat sempurna digambarkan dalam petatah berikut ini : Rumah gadang sembilan ruang, selanjar kuda berlari, sepekik budak menghimbau, sepuas limpato makan, sejerih kubin melayang. Gonjongnya rebung membersit, anting-anting disambar elang. Perabungnya si ular gerang, bertatah timah putih, berasuk teras limpato. Cucurannya elang berbegar, sagar tersusun bagai badar mudik. Parannya bak si bianglala, bertatah air emas, sela-menyela air perak. Jeriaunya puyuh berlari, indah sungguh dipandang mata, tergambar dalam sanubari. Dinding ari dilanjar panas. Tiang panjang si maharajalela, tiang pengiring menteri delapan, tiang tepi penegur tamu, tiang dalam putri berkabung. Ukiran tonggak jadi ukuran, bertatah air emas, disepuh dengan tanah kawi, kemilau mata memandang. Damar tiris bintang kemarau. Batu telapakan cermin terlayang, Cibuk meriau baru sudah, penanjur perian ber pantul. Halaman kersik terbentang, pasir lumat bagai ditinting. Pekarangan berpagar hidup, puding emas pagar luar, puding merah pagar dalam. Pohon kemuning pautan kuda. Lesungnya batu berlari, alunya limpato bulat. Limau manis sandarannya. Gadis menumbuk jolong gadang, ayam mencangkur jolong turun, sudah kenyang baru dihalaukan, dengan galah sirantih dolai, ujungnya diberi berjambul sutera. Ada pula kolam ikan, airnya bagai mata kucing, berlumpur tidak berlumut pun tidak, ikan sepat berlayangan, ikan garing jinak-jinak, ikan puyu beradai emas. Rangkiangnya tujuh sejajar, di tengah sitinjau laut, penjemput dagang lalu, peninjau pencalang masuk, di kanan si bayau-bayau, lumbung makan petang pagi, di kiri si tanggung lapar, tempat si miskin selang tenggang, penolong orang kampung, di musim lapar gantung tungku, lumbung kecil sela-menyela, tempat menyimpan padi abuan by. Zulfikri, Rangkayo Mulie

Minggu, 11 September 2016

Minangkabau Culture and Art Festival (MCAF) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta

Add caption



Jakarta- Inilah rangkaian pertunjukan seni dan budaya Minangkabau yang spektakuler dan menarik untuk dihadiri oleh masyarakat , terutama yang berada di Jakarta. Pertunjukan Seni dan Budaya Minangkabau yang bertajuk Minangkabau Culture and Art Festival (MCAF) ini akan digelar dari  tanggal 20-25 September 2016 bertempat di Taman Ismail Marzuki Jakarta.
Rangkaian pertunjukan seni dan budaya Minangkabau yang digagas oleh Minangkabau Art Forum dan Gabungan Seniman Minang TIM ( Taman Ismail Marzuki) ini  rencananya akan menampilkan Sanggar dan Kelompok Kesenian dan budaya yang berprestasi.
Sanggar Kesenian yang akan menunjukkan kebolehannya antara lain :
- Sanggar Kesenian Binaan Pemprov Sumbar,
-  Sanggar Kesenian Minang Mahasiswa ITB Bandung,
- Sanggar seni IMAMI UI ,
- ISI Yogyakarta, dan
-  Institut Seni Indonesia Padang Panjang.
Karena begitu banyaknya sanggar dan Kelompok seni dan budaya yang mendukung acara pertunjukan ini, MCAF ini digelar hampir seminggu penuh. Berikut adalah urutan acara yang akan ditampilkan dalam pertunjukan tersebut:
- Selasa (20/9)  diisi oleh seniman Binaan Pemprov Sumbar, sebagai Pembuka rangkaian acara yang akan dihadiri oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.
- Rabu (21/9) diisi oleh pertunjukkan seni Seniman Kota Solok yang akan dihadiri Walikota Solok.
- Kamis ( 22/9) diisi oleh Tim Kesenian Kabupaten Pasaman yang akan dihadiri oleh Bupati Pasaman.
-  Jumat ( 23/9) diisi oleh pertunjukkan seni kolaborasi Mahasiswa Minang yang berasal dari tiga kampus terkenal  yaitu UI, ITB dan ISI Yogyakarta.
- Sabtu (24/9) diisi oleh pertunjukan Seni Luhak Nan Tuo Tanah Datar  dan akan dihadiri oleh Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi.
- Minggu (25/9) diisi oleh karya terbaik mahasiswa  dan dosen dari Institut Seni Indonesia ( ISI )  Padang Panjang. Dan ini merupakan Puncak  rangkaian acara Minangkabau Culture and Art Festival (MCAF) ini.
Prof . Dr. H.Fasli Jalal selaku penasehat dari Minangkabau Art Forum menyampaikan kepada media perihal rangkaian acara pertunjukan MCAF ini, sekaligus berharap dukungan dan doa demi suksesnya acara ini.
Dukungan dari segenap lapisan masyarakat akan memompa semangat pada upaya anak muda Minang untuk mengembangkan budaya Minang tercinta ini.

Acara yang diprakarsai oleh Minangkabau Art Forum dan Gabungan Seniman Minang TIM sebagai solusi dan mengajak rang rantau untuk mencintai budaya nya.  Karena sudah cukup lama,  Rangkaian Pertunjukkan Seni Budaya Minang dari berbagai komponen dan latar belakang pendukung tidak disaksikan oleh masyarakat Jabodetabek.

Jumat, 18 November 2011

Masyarakat Minang Malaysia 
Berencana Dirikan 
Rumah Gadang


Kuala Lumpur, SarasahMinang - Masyarakat Minang di Malaysia berencana membangun Rumah Gadang yang lokasinya di sekitar Gombak, Kuala lumpur, Malaysia, sebagai wujud kepedulian untuk melestarikan budaya Minangkabau di perantauan.

"Hasrat untuk membangun rumah gadang itu diwujudkan dengan membeli tanah seluas 2 hektare di Gombak," kata Ketua Persatuan Ikatan Kebajikan Masyarakat Minangkabau (PIKMM), Haji Buchari Ibrahim, di sela-sela silahturahim warga Minang di Kuala Lumpur, Minggu malam.

Menurut dia, saat ini pihaknya sedang mengurus surat-surat tanah dari pemilik sebelumnya kepada PIKMM yang nantinya akan dikeluarkan oleh kantor pembuat akte tanah di Gombak, Kuala Lumpur, Malaysia.

PIKMM, kata dia, memiliki dana sekitar 20 ribu ringgit yang diperuntukkan bagi pengurusan surat-surat dan administrasi lainnya terkait dengan pembangunan rumah gadang tersebut.

Pembangunan rumah gadang ini tentunya akan berjalan lancar melalui dukungan yang kuat dari masyarakat Minang yang berada di Malaysia dan termasuk pula masyarakat Minang di Indonesia.

"Warga Minang di Jakarta, Surabaya ataupun bahkan di Sumatera Barat sangat mendukung keberadaan rumah gadang di Malaysia. Bahkan bupati Tanahdatar, Sumatera Barat, berharap pembangunannya segera dilaksanakan," ungkap dia.

Sementara itu, dalam silahturahim yang dilaksanakan di sekitar stasiun Jelatek, pada Minggu malam dihadiri oleh sejumlah tokoh Minang yang sudah lama tinggal dan menjadi warga negara Malaysia termasuk juga dihadiri oleh Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia, Rusdi MA, serta ratusan warga Minang yang tinggal dan bekerja di negara ini.

Acara silahturahmi semakin menarik sebab diramaikan oleh dua artis yang didatangkan langsung dari Sumatera Barat yaitu Lepay dan Bunda (Rafflesia) yang berupaya memuaskan para penontonnya yang rindu kampung halaman.

"Lagu-lagu dan pantun-pantun Minang yang dibawakan oleh Lepay dan Bunda sedikitnya bisa mengobati kerinduan pada kampung halaman," kata Uni penjaga rumah makan di bilangan Raja Alang, Kuala Lumpur yang sengaja datang ke sana untuk menyaksikan artis kesayangannya itu.

Salah satu pengurus PIKMM, Syafrinaldi Sa'ad menjelaskan jumlah warga Minang di Malaysia sangatlah banyak dan tersebar di banyak wilayah Malaysia.

"Masyarakat Minang di sini sudah turun temurun dan jumlahnya mungkin mencapai puluhan ribu," katanya dengan menyebutkan bahwa anggota PIKMM saat ini hampir 1000 keluarga. (AWD)

Sabtu, 27 Agustus 2011

PETA JALUR MUDIK SUMATERA

Ass.
Hari Raya Idul Fitri semakin dekat, sudahkah Anda siapkan Peta Jalur Mudik untuk persiapan dan kelancaran di jalan? Untuk membantu berikut ini saya masukkan Link jakur Mudik Sumatera, mudah2an bermanfaat buat semua.

http://www.cybermap.co.id/download/2009/CBN-Sumatera-2.jpg

Video Ilmu Pengetahuan :

Cara Mengganti Background Blog

cara ganti background blog mu

HI, teman teman semua
Pada postingan saya yang kali ini saya akan memberitahu kepada teman-teman yang mau mengubah background blog. Soalnya waktu ini mas rivalma dari bali nanya kepada aku, tentang bagaimana sih caranya agar dia dapat mengubah background blognya sendiri, berhubung aku ga bisa memberitau mas rivalma secara langsung, maka aku pikir akan lebih baik bila aku buat postingan nya saja.


Baiklah, bagi teman-teman yang mau untuk mengubah background blognya, caranya gampang banget. Untuk mengubah backgorund blog kamu, dengan gambar-gambar yang kamu sukai Caranya ga terlalu sulit kok, yang pertama yang harus teman-teman lakukan adalah mancari kode berikut ini pada blog teman-teman .

body{background: #48858

Nah, sekarang bila teman-teman udah mendapatkan kode diatas, yang perlu teman-teman ketahui adalah kode #48858 itu , harus disesuaikan dengan blognya teman-teman ya. Kalau udah sekarang jika ingin mengubah background blog teman-teman dengan gambar yang teman-teman inginkan, tinggal menambahkan kode berikut ini setelah kode diatas tersebut.


url("");

Nah sekarang tinggal, teman-teman isi tanda kutip pada kode diatas dengan alamat gambar yang akan kamu gunakan untuk menjadi background blog kamu. Misalnya saya punya gambar dengan alamat sebagai beerikut.

http://webtutorial3.blogspot.com/07/2008/green.jpg

jadi nantinya kode lengkapnya akan menjadi seperti ini .....

body {background: #48558 url(http://webtutorial3.blogspot.com/07/2008/green.jpg");

Gimana gampang toohhhhh

Happy blogging

Video saat2 terjadinya gempa di Sumbar